Ini Berita Terbaru Sas



PT. BPR. Sejahtera Artha Sembada adalah salah satu dari 12 bank perkreditan rakyat yang tergabung dalam BPR Group ANS. Berkantor pusat di Jl. Raya Ahmad Yani 9 Pekuncen Wiradesa Kabupaten Pekalongan. PT. BPR Sejahtera Artha Sembada menjadi salah satu BPR swasta pertama di Pekalongan yang berhsil dalam usaha pengentasan kemiskinan dan dalam upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberian kredit di sektor riil.

Berawal dari proses akuisisi PT. BPR. Swadharma Weleri, oleh group ANS pada bulan November 2005 dengan aset 2,8 M, dan nilai modal disetor hanya 375 juta rupiah. untuk memenuhi persyaratan modal BPR sesuai PBI NO. 8/26/PBI/06, Bp Zainal Abidinsyah Siregar (Pemilik 99,5 % saham di PT. ANS) menyetorkan dana sebesar 625 juta rupiah dalam bentuk saham

Pada tahun 2006 dlam RUPS PT. BPR Group ANS, diputuskan untuk merelokasi PT. BPR Swadarma Weleri ke Pekalongan sedangakan PT. BPR Cepiring ber relokasi ke Weleri

Pada tanggal 9 September 2006 PT. BPR Swadarma Weleri Secara sah dan resmi berelokasi ke Pekalongan dan di tahun 2007 PT. BPR Swadarma Weleri berubah nama menjadi PT. BPR Sejahtera Artha Sembada

Kredit merupakan suatu fasilitas keuangan yang memungkinkan seseorang atau badan usaha untuk meminjam uang untuk membeli produk dan membayarnya kembali dalam jangka waktu yang ditentukan. UU No. 10 tahun 1998 menyebutkan bahwa kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Jika seseorang menggunakan jasa kredit, maka ia akan dikenakan bunga tagihan

Ketika bank memberikan pinjaman uang kepada nasabah, bank tentu saja mengharapkan uangnya kembali. Karenanya, untuk memperkecil risiko (uangnya tidak kembali, sebagai contoh), dalam memberikan kredit bank harus mempertimbangkan beberapa hal yang terkait dengan itikad baik (willingness to pay) dan kemampuan membayar (ability to pay) nasabah untuk melunasi kembali pinjaman beserta bunganya. Hal-hal tersebut terdiri dari Character (kepribadian), Capacity (kapasitas), Capital (modal), Colateral (jaminan), dan Condition of Economy (keadaan perekonomian), atau sering disebut sebagai 5C (panca C).